Mengenalkan pendidikan agama kepada anak usia dini (Playgroup) membutuhkan strategi dan kepekaan khusus. Menyadari rentang konsentrasi anak-anak yang masih pendek, unit PGTQ Ahmad Islamic School menghadirkan program unggulan bernama Fun Tahfidz. Program ini dirancang khusus untuk mengenalkan huruf hijaiyah dan hafalan surah pendek tanpa memberikan tekanan kognitif pada anak.
Metode Fun Tahfidz memanfaatkan kekuatan motorik dan audio-visual anak. Alih-alih duduk diam menghafal, anak-anak diajak untuk bergerak, bernyanyi, dan bermain tebak-tebakan huruf. Penggunaan lagu-lagu Islami bernada ceria menjadi media utama yang secara tidak sadar membuat anak-anak lebih mudah merekam lantunan ayat suci di memori mereka.
Selain itu, para guru PGTQ menggunakan media flashcard bergambar menarik dan metode berkisah (storytelling) untuk menjelaskan makna sederhana di balik surah yang sedang dihafal. Misalnya, saat menghafal Surah Al-Fil, guru akan menceritakan kisah pasukan gajah dengan alat peraga boneka, sehingga imajinasi anak ikut terstimulasi.
Pendekatan bermain sambil belajar ini terbukti secara klinis mampu menurunkan tingkat stres pada anak usia dini ketika menerima pelajaran baru. Anak-anak menganggap proses menghafal Al-Qur’an sebagai sebuah permainan yang menyenangkan bersama teman-temannya, yang mana ini akan membentuk persepsi positif mereka terhadap agama hingga dewasa kelak.
Pihak sekolah sangat mengapresiasi dukungan orang tua dalam menyukseskan program ini. Para pendidik rutin membagikan panduan Fun Tahfidz kepada wali murid agar irama pembelajaran yang menyenangkan di sekolah dapat dilanjutkan kembali saat anak berada di rumah bersama keluarga.



