Ahmad Islamic School

Mendidik dengan Hati: Penerapan Metode Collaborative Learning di Ahmad Islamic School Bikin Siswa TK-SD Betah Belajar

Kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar menjadi salah satu prioritas utama di Ahmad Islamic School. Untuk mewujudkan hal tersebut, para tenaga pendidik di lingkungan AIS mulai menerapkan pendekatan “Mendidik dengan Hati” yang diwujudkan melalui metode Collaborative Learning (pembelajaran kolaboratif). Metode ini difokuskan pada unit TK dan SD untuk menghilangkan kesan kaku dalam ruang kelas.

Dalam praktik Collaborative Learning, posisi meja dan kursi di kelas tidak lagi diatur berbaris menghadap ke papan tulis, melainkan dibentuk berkelompok. Siswa didorong untuk berdiskusi, saling membantu, dan memecahkan masalah pelajaran bersama teman-teman satu mejanya. Peran guru pun bergeser dari yang tadinya menjadi pusat informasi, kini menjadi fasilitator yang berkeliling mendampingi setiap kelompok.

Dampak dari metode ini terbukti sangat signifikan terhadap antusiasme siswa. Anak-anak yang sebelumnya pendiam atau kurang percaya diri kini lebih berani mengemukakan pendapatnya dalam kelompok kecil. Suasana belajar yang riang dan penuh interaksi ini secara psikologis membuat siswa merasa sekolah adalah tempat yang menyenangkan, sehingga mereka menjadi betah berlama-lama di sekolah.

Guna mendukung kelancaran metode ini, Yayasan Ahmad Islamic School secara rutin mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para guru. Pelatihan tersebut mencakup manajemen kelas, teknik komunikasi anak, hingga psikologi perkembangan anak usia dini, agar setiap pendidik benar-benar memahami cara mengayomi siswa dengan penuh kelembutan.

Respons positif juga banyak berdatangan dari para wali murid. Mereka menyadari adanya perubahan perilaku anak di rumah, seperti menjadi lebih mandiri, komunikatif, dan memiliki empati yang tinggi terhadap saudaranya. Sekolah berharap metode ini terus menjadi standar baku pengajaran di masa mendatang.

Bagikan ke
Scroll to Top