Ahmad Islamic School terus melakukan inovasi dalam sistem pendidikan dasar guna menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Pada tingkat Sekolah Dasar Tahfidzul Qur’an (SDTQ), pihak manajemen resmi menerapkan perpaduan antara Kurikulum Merdeka dari Kementerian Pendidikan dengan Kurikulum Khas Pesantren. Sinergi kedua kurikulum ini diyakini mampu memberikan porsi yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama.
Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi para guru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan berbasis proyek. Siswa diajak untuk berpikir kritis dan menyelesaikan masalah sehari-hari. Sementara itu, sisipan kurikulum pesantren memastikan anak-anak mendapatkan asupan ilmu tauhid, fiqih, dan akhlak yang mendalam sejak dini.
Salah satu target utama dari sistem pembelajaran ganda ini adalah pencapaian hafalan Al-Qur’an. Lulusan SDTQ Ahmad Islamic School secara khusus ditargetkan untuk mampu menyelesaikan hafalan minimal 5 Juz saat mereka lulus nanti. Target ini diiringi dengan program tahsin yang ketat agar kualitas bacaan siswa tetap terjaga sesuai dengan kaidah tajwid.
Untuk mencapai target hafalan tersebut, sekolah menerapkan metode muraja’ah rutin setiap pagi sebelum pelajaran umum dimulai, serta sesi ziyadah (penambahan hafalan) di siang hari. Guru-guru pengampu tahfidz yang didatangkan merupakan para hafidz yang telah bersertifikat, sehingga kualitas pendampingan kepada siswa sangat terjamin.
Dengan kombinasi ini, orang tua diharapkan tidak lagi perlu khawatir akan keseimbangan pendidikan anak-anak mereka. Ahmad Islamic School berkomitmen penuh untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dalam ilmu pengetahuan modern, namun tetap memiliki pondasi iman yang kokoh dan berakhlak mulia.



